Minggu, 15 Januari 2012

TESTIMONI

Wahhhh....
Masih keingat peristiwa beberapa bulan yang lalu di saat PKRS(awalnya gak berencana mau ngambil MK.Kreativitas) binggung mencari mata kuliah apa. Dan akhirnya pilihan pun jatuh di MK.Kreativitas.
Awalnya sempat merasa terjebak di mata kuliah ini,tapi seiring berjalannya kuliah saya merasa beruntung bisa menjadi bagian di kelas ini. Bicara suka duka pasti ada. Sukanya adalah pertama bukunya gak teks book jadi gampang belajarnya,gak usah repot-repot mikiri persentase atau kuis tiap minggu,dukanya ya harus memahami buku yang satu itu,jadi pernahkan disaat kami satu kelas ditanya Bu Dina gak ada yang tau kami dihukum(saya rasa itu hukuman)mengerjakan soal 6 bab pilihan...huftt emang pantas hukuman buat orang yang malas..hehehehh
Dikuliah ini beda dari kelas-kelas yang lain,dan dikelas inilah saya merasa paling tertantang. Ada aja kejutan tiap minggu. Nyesel juga pernah gak masuk satu kali tapi yaudahlah...
Intinya di kelas ini asyik jangan pernah ngerasa terjebak di kelas ini,nikmati aja pasti banyak yang bisa didapat...
Makasih Bu Dina,makasih Kak Mayang,makasih Putra,makasih buat teman-teman seperjuangan di kelas Kreativitas semoga kita bisa membagi apa yang kita tau kepada teman-teman yang belum berkesempatan mencicipi kuliah ini.

Kamis, 12 Januari 2012

UJIAN AKHIR SEMESTER 2011/2012

Kamis, 15 Desember 2011

MARI KITA MENGHAYAL......

ANDAIKATA SAYA KECIL SEPERTI TIKUS

Yang akan saya lakukan jika saya kecil seperti tikus adalah:
·         Saya tidak perlu sering-sering membeli makanan  karena dengan sekali membeli makanan bisa untuk beberapa kali makan;
·         Saya akan masuk ke toko-toko makanan yang saya sukai dan makan dengan sepuas hati saya tanpa diketahui orang lain;
·         Saya akan bebas berpergian kemana saja dengan menaiki transportasi apa saja yang saya mau;
·         Tidak perlu membeli kendaraan,cukup membeli maianan remote control;
·         Saya akan berlari sekencang mungkin jika bertemu dengan anjing/kucing,supaya saya tidak dikira makanannya;
·         Bisa menghemat tempat tinggal,sehingga kepadatan penduduk bisa diatasi
·         Saya bisa nonton sepuasnya di Cinema 21tanpa harus bayar;
·         Saya akan bebas memilih tempat tinggal dimanapun yang saya sukai;
·         Saya akan santai-santai karena tidak bisa kerja berat;
·         Saya akan menggigit orang yang menggangu teman saya.

Selasa, 13 Desember 2011

EVALUASI PERFORMA KELOMPOK : PERJALANAN 3 KERDIL


LET'S DANCE TOGETHER
BY :
Putra Pratama 10-100

Performa yang kami tampilkan berupa tarian,dimana ada 3 orang kerdil yang akan melakukan perjalanan naik kereta api .Ide performa ini digagas oleh saya,kemudian disetujui oleh kelompok sebagai performansi kami.
Pada saat latihan,kami menemukan kendala pada alat yang kami gunakan selebihnya kami tidak menemukan kendala lainnya,tetapi disaat kami melakukan performansi didepan kelas,kami merasakan beberapa kendala yang membuat performansi kami tidak tampil dengan maksimal.
Seperti yang ada dalam buku Prof.Utami Munandar bahwa ada beberapa sumber kendala dalam menggunakan proses kreatif (Shallcross,1985) yaitu kendala historis,biologis,fisiologis,sosiologis serta kendala diri sendiri.
Kendala yang dihadapi kelompok kami ialah Kendala dari dalam diri sendiri dimana setiap anggota kelompok mempunyai rasa malu untuk mengeksplor yang ada dalam dirinya kemudian juga karena tidak terbiasa dalam melakukan suatu performansi.
Kemudian kendala lain yang kami hadapi ialah kendala Sosiologis dimana pengaruh lingkungan kelas juga mempengaruhi performansi kami saat itu,karena teman-teman memberikan ekspresi yang biasa saja maka kami juga semakin malu melakukan performansi tersebut.
Amabile,1989 juga mengemukakan bahwa ada empat cara yang dapat mematikan kreativitas yaitu evaluasi,hadiah,persaingan dan lingkungan yang membatasi.Disini kami merasa di evaluasi oleh bu Dina,maka itu juga membuat kami merasa semakin gugup dan malu dalam melakukan performansi ini.
Kendala yang saya alami adalah kendala historis dan kendala dalam diri sendiri. Kendala historisnya yaitu pengalaman masa lalu yang selalu disalahkan,jarang mendapatkan pujian sehingga takut untuk berbuat. kemudian Kendala dalam diri saya adalah adanya ketidak biasaan memunculkan diri di depan umum,sehingga ketika disuruh tampil ada rasa malu dan canggung.

Kamis, 24 November 2011

kurikulum Berdiferensiasi untuk Siswa Berbakat

Kurikulum ialah serangkaian rencan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggraan kegiatan belajar-mengajar. Mata pelajaran muatan lokal memberi peluang untuk mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerah. Kegiatan ekstar kulikuler dan pembelajaran tambahan dapat dimanfaatkan untuk program pengayaan bagi anak berbakat.
Tujuan kurikulum berdiferensiasi yaitu memberi pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual murid. Makna dari kurikulum berdiferensiasi bagi siswa berbakat ialah menumbuhkan rasa keberhasilan, kepuasan dan tantangan, membuat siswa aktif dan tidak merasa bosan disekolah, dan dengan demikian menghindari underachievement dan atau putus sekolah.
Berdasarkan jurnal Pengembangan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar oleh  Tatang Suratno, mengemukakan di dalam jurnalnya mengenai pentingnya pengembangan kreativitas anak sejak dini di pendidikan sekolah dasar. Diawali dengan deskripsi mengenai pengertian kreativitas serta dimensi-dimensi kreativitas yang dapat mendasari penilaian guru mengenai tingkat kreativitas siswa. Dimensi tersebut dikaitkan dengan dimensi keterampilan proses sains yang dapat memandu guru dalam pengembangan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kreatif siswa.
Craft (2000) mengemukakan Cara yang bisa digunakan untuk dapat mengembangan pemikiran kreatiftas siswa adalah dengan cara aktivitas belajar yang menyediakan berbagai pendekatan belajar dapat memfasilitasi proses berpikir kreatif siswa. Hal senada dinyatakan oleh Tanner & Jones (2000) yang menyarankan agar pembelajaran menyediakan berbagai permasalaahan baik dalam bentuk tugas praktik, penyelidikan maupun pengamatan. Pendekatan seperti itu dapat memfasilitasi sekaligus menjadi dasar penilaian aspek keterbukaan, fleksibilitas, konvergensi maupun elaborasi berpikir siswa. Oleh karena itu, agenda pengembangan pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar adalah mentransformasikan keterampilan proses sains menuju keterampilan berpikir kreatif.
Kemampuan dan kebutuhan yang beragam dari siswa memerlukan kurikulum yang berdiferensiasi. Bagi siswa berbakat, paling tidak empat faktor yang perlu dimodifikasi (Maker, 1992) agar mereka memperoleh pembelajaran yang sesuai. Keempat bidang ini ialah lingkungan belajar, konten pembelajaran, proses atau metode pembelajaran, proses belajar siswa. Dengn demikian, siswa berbakat menjadi siswa yang dalam lingkungan yang memupuk perkembangan ketrampilan dan kemampuan baru.