Rabu, 26 September 2012

Fungsi Umum Belajar

Fungsi Umum Teori Belajar
Ada lima fungsi umum dari teori (Suppes,1974),yaitu :
1.      Sebagai kerangka untuk melakukan riset
Contoh : Teori Classical Conditining

Pavlov melakukan percobaan stimulus-respon yang dilakukan pada seekor anjing sehingga lahirlah sebuah teori yang kita kenal sebagai Classical Conditioning.
Percobaan yang dilakukan Pavlov sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dulu ketika Saya hendak memberi makan ayam,pertama sekali yang harus dilakukan adalah membuka pintu belakang(CS) kemudian memanggil ayam. Setelah ayam sudah berkumpul barulah makanan diberikan(UCS). Hal ini saya lakukan secara berulang-ulang disetiap pagi hari, sehingga ketika membuka pintu belakang saja(CS) tanpa maksud untuk memberikan makan ayam, ayam-ayam pada berdatangan(CR).
2.      Memberikan kerangka penataan informasi yang spesifik
Teori Classical Conditioning mampu menjelaskan mengapa ayam-ayam bisa berkumpul ketika pintu belakan dibuka padahal tidak ada makanan yang diberikan.
3.      Mengungkapkan kompleksitas dan kekaburan suatu kejadian
Stimulus yang selalu diberikan tanpa menggabungkannya dengan sesuatu yang bernilai(penguat) maka lama-kalamaan respon yang diciptakan akan menghilang. Dalam Classical Conditioning hal ini dikenal dengan extinction. Pada contoh memberikan makan ayam yang saya lakukan setiap pagi. Jika saya membuka pintu tetapi tidak memberikan makanan,pada awalnya ayam-ayam itu akan datang menghampiri saya. Tapi jika terus berlanjut saya mebuka pintu tapi tidak meberikan makanan maka ayam-ayam itu tidak akan berkumpul lagi(perilakunya punah).
4.      Teori mungkin melahirkan wawasan baru tentang situasi sehingga prinsip atau teori  sebelumnya perlu diperbaiki
Tehnik countercondtioning adalah tehnik yang dilakukan untuk menghilangkan rassa takut (phobia) yang dicobakan oleh Watson dan Jones pada Littel Albert yang takut pada benda-benda yang berwarna putih. Tehnik ini memakan banyak waktu untuk menghilangkan phobia tersebut. Beberapa ahli Neuro Linguistic Program (NLP) menemukan tehnik menghilangkan phobia dengan cara penggabungan antar Hypnotheraphy dengan tehnik Sugesti Power Emotional Freedom Tehnik (SUPER EFT). Tehnik ini sangat direkomendasikan untuk menghilangkan phobia,tetapi sayangnya tidak banyak ahli psikologi yang memakai tehnik ini. Tehnik ini justru lebih banyak dipakai oleh orang-orang yang tidak memiliki latar belakang ilmu psikologi.
5.      Teori berguna sebagai penjelasan atas suatu kejadian
Seseorang bisa merasa sangat ketakutan ketika mendengar sirene ambulan, ayam-ayam bisa berdatangan ketika pintu dibuka kesemuan ini sangat bisa dijelaskan mengapa bisa terjadi dengan mengguanakan teori Classical Conditioning.



Senin, 24 September 2012

Pengalaman Belajar Memasak


Dulu ketika pertama sekali mendapatkan kesempatan memasak untuk diri sendiri yang pertama sekali saya coba adalah memasak mie instan. Hal ini saya lakukan dikarenakan memasak mie instan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan memasak yang lain seperti menanak nasi,masak sayur,atau yang lainnya. Ketika pertama sekali memasak mie instan yang saya lakukan adalah merebus air sekaligus memasukkan mie ke dalamnya beserta bumbunya yang dimasak dengan air yang sangat banyak. Hasilnya adalah mie terasa keras,tidak ada rasa,sehingga akhirnya dibuang.
Seiring berjalannya waktu,saya mulai belajar dari lingkungan sekitar saya, baik itu dari Ibu maupun dari media televisi. Saya mulai belajar setahap demi setahap bagaimana cara memasak yang benar. Hingga akhirnya masakan mie instan saya termasuk hal yang diminati dirumah.
Hal yang menyebabkan saya mahir dalam memasak dikarenakan saya melakukannya secara berulang-ulang. Saya belajar dari pengalaman memasak sebelumnya, hal apa yang baik untuk dilakukan dan mana yang harus dibenahi. Selain itu,saya juga belajar dari lingkungan saya,yaitu dengan memperhatikan orang lain ketika memasak. Inilah yang disebut Gagne sebagai proses belajar,yaitu perubahan yang terjadi bukan hanya dipengaruhi oleh perkembangan tetapi juga karena dilakukan secar terus-menerus ditambah dengan adanya stimulus dari lingkungan.
Ada lima variasi belajar yang dianggap Gagne memenuhi kriteria,yang saya lakukan adalah jenis belajar keterampilan intelektual. Yang termasuk keterampilan intelektual adalah membedakan, mengkombinasikan, mentabulasikan, mengklarifikasikan, menganalisa, dan mengkuantifikasikan objek, kejadian, dan simbol-simbol lain (Gagne,1977a,h.27). Ketika  memasak saya akan belajar dua bungkus bumbu mie instan akan terasa asin sekali ketika saya memasaknya dengan sedikit air atau tidak akan terasa jika saya memasak lima bungkus. Dari hal ini saya belajar membedakan penggunaan bumbu, mengklarifikasi, menganalisa takaran supaya bumbunya terasa pas untuk masakan selanjutnya.

Mind Map Belajar 1


klik pada gambar untuk memperbesar :D

All About Abnormal Psychology

kontrak kuliah download di sini --> maaf ini kontrak beberapa tahun yang lalu,tapi agak mirip kok
pengantar psi.Abnormal di sini
multiaxial assesment di sini
classification diagnostic di sini

Sabtu, 15 September 2012

Analisis Pengalaman Berdasarkan Teori Belajar Robert Gagne


HASIL DISKUSI KELOMPOK



Kondisi belajar menurut Gagne adalah keterampilan, apresiasi, penalaran manusia, dengan semua variasinya, harapan, aspirasi, sikap, nilai-nilai manusia, perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar ( Gagnẻ,1985,h.1). Lima variasi yang dianggap Gagnẻ memenuhi kriteria, yaitu :

1.      Informasi verbal, dimana dalam hal ini individu dapat menyatakan nama-nama sesuatu, fakta, atau membuat kalimat untuk tema utama atau ide dalam wacana.
2.      Keterampilan intelektual, dimana individu mampu menyusun kalimat, menjumlahkan angka dua digit, memecahkan soal aljabar, dan mengidentifikasi warna.
3.      Keterampilan motorik mencakup sekuensi atau tindakan fisik seperti menunjukkan kepak sayap kupu-kupu.
4.      Sikap yang memengaruhi tindakan positif atau negatif terhadap orang lain.
5.      Strategi kognitif mencakup kapabilitas yang mengontrol belajar, mengingat, dan berpikir.

Dalam teori Gagne juga terdapat konsep kondisi belajar internal dan eksternal. Kondisi belajar (Gagne) adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut. Kondisi internal adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru dengan kata lain berarti kondisi yang mempengaruhi belajar siswa yang ditimbulkan oleh mereka sendiri, seperti motivasi belajar, keadaan psikologis, fikiran dan sebagainya. Kedua, kondisi belajar eksternal, yaitu kondisi belajar yang ditimbulkan dari luar diri mereka, dalam hal ini adalah lingkungan belajar siswa. Kondisi eksternal adalah peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne, 1985), khususnya peristiwa yang mengandung stimulus yang ada di luar diri pembelajar seperti penjadwalan dan pengurutan.
Ketiga pengalaman anggota kelompok dapat dihubungkan dengan konsep kondisi belajar Robert Gagne. Yang pertama, sesuai dengan konsep kondisi internal dan eksternal, dimana terdapat motivasi dan keinginan dari diri kami sendiri dalam belajar dan bertindak. Dalam kasus Rosa, ia mempunyai sikap positif terhadap menari, sehingga ia mau mempelajari gerakannya dan kondisi eksternal dimana ia memperhatikan guru tari nya dalam menarikan tarian Tanggai, begitu juga dengan Cut dengan kondisi eksternalnya, yaitu sepedanya yang rusak mambuat ia berani mengambil tindakan dan keputusan untuk mengadukan temannya kepada guru, lalu Fauji yang memiliki keinginan dari dalam dirinya untuk belajar memasak mie instan dan kondisi eksternal dimana ia juga memperhatikan orang sekitar yang memasak mie instan.
Pengalaman anggota kelompok juga dapat dibahas dengan konsep 5 kategori belajar. Bahwa setiap orang belajar atau mengalami pembelajaran dengan 1 atau lebih dari kategori belajar ini. Pengalaman menari yang dialami Rosa melibatkan 3 kategori, yaitu sikap positif terhadap menari sehingga ia berkeinginan untuk mempelajarinya, motorik yang bekerja ketika ia menggerakkan tangan, kepala, kaki, dan bagian tubuh lainnya untuk menari, dan kognitif yang ia gunakan dalam berpikir, mencerna, dan mengingat gerakan yang telah dipelajari. Pada pengalaman Cut Rafyqa Fadhilah terjadi variasi belajar Gagne yaitu keterampilan intelektual dan strategi kognitif Cut dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi Cut sehingga menjadikan pembelajaran untuk Cut kedepannya dalam menghadapi masalah serupa ataupun masalah lainnya dimana keterampilan intelektual dan strategi kognitif sangat berperan penting dalam memecahkan masalah (problem solving). Fauji juga melibatkan keterampilan intelektual dimana Fauji akan belajar bahwa dua bungkus bumbu mie instan akan terasa asin sekali ketika saya memasaknya dengan sedikit air atau tidak akan terasa jika saya memasak lima bungkus.