Jumat, 23 September 2011

Salam Fantastis


Agak merasa bersalah dengan blog ini,ibarat makan kacang lupa kulitnya. Maaf ya blog bukannya lupa akan keberadaan mu tapi setelah selesai kulia psikologi pendidikan aku gak tau lagi mau ngisi apa lagi,nulis gak pande,puisi apa lagi jadi mau gak mau harus di biarkan lah
Tapi tenang aja sekarang dirimu akan aku pakai lagi selama satu semester ini,semoga hasilnya lebih baik lagi ya dari sebelumnya..

Selasa, 17 Mei 2011

LAPORAN TUGAS PROYEK


Klik pada gambar untuk memperbesar

Klik disini untuk mendownload


TESTIMONI KELOMPOK :
Tugas mini proyek ini membuat kami menjadi lebih kompak,selain menambah pengalaman kami juga belajar menerima pendapat orang lain,serta belajar praktek langsung ke lapangan.


TESTIMONI FEBRI:
Akhirnya…. Selesai juga tugas mini proyek nie……
Lumayan susah sich untuk melakukannya, tapi sangaatt seeruu sekali dalam melaksanakannya.
Dalam tugas ini kita dapat mengaplikasikan ilmu yang baru sedikit kita dapat.
Dan ini juga pengalaman pertama untuk saya, walaupun awal pelaksanaannya saya agak bingung dibuatnya, apalagi pada saat ketempat penelitiannya, saya agak gugup dibuatnya.
Tugas ini merupakan suatu pengalaman yang berharga untuk kami semua, karena jug adapt meambah kekompakan kami dalam melaksanakannya.

TESTIMONI FAUJI :
Tugas mini proyek ini adalah tugas yang menarik,dan saya merasa tertantang untuk menjalaninya. Banyak pengalaman baru yang  di dapat sekaligus bisa bersosialisasi langsung dengan objek penelitian.

TESTIMONI DEA :
Tugas mini proyek ini sangat membutuhkan kekompakan dalam menyelesaikannya.tugas mini proyek ini juga membantu kita untuk dapat belajar bagaimana cara kita melakukan penelitian,juga mengasah kreatifitas kita dalam membuat laporan hasil penelitian tersebut. Memberikan kita wawasan dan pengalaman baru selama proses pelaksanaan tugas ini.

Selasa, 26 April 2011

KAPAN BIMBINGAN DIBUTUHKAN???

Dilema yang sering dialami oleh anak kelas tiga SMA atau sederajat adalah menentukan masa depannya.  Banyak anak SMA yang masih binggung mau kemana dia setelah tamat SMA. Ada anak yang orang tuanya kebetulan cukup secara ekonomi atau kemauan yang kuat dari anaknya untuk kuliah, maka dia tidak ragu untuk mengambil kuliah. Tapi,Ada jug anak yang secara ekonomi atau kemauan memang kurang berminat untuk kuliah maka akan langsung menentukan untuk bekerja. ehhhmmmm kalo saya sih pilih kuliah aja dulu hehehehe…
Ini merupakan pilihan yang sulit,kuliah atau kerja? Emang sih kata orang nanti ujung-ujungnya cari duit juga alias kerja. Tapi zaman sekarang mau kerja apa hanya bermodalkan ijazah SMA doank. Disaat-saat seperti ini dibutuhkan bimbingan agar kita bisa bisa menentukan suatu keputusan yang terbaik bagi hidup kita kedepan.
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat keputusan yang bijaksana dan dalam penyesuaian diri,serta dalam memecahkan masalah kehidupan. Bimbingan bertujan agar penerima bantuan dapat berkembang mandiri dan lebih mampu bertanggungjawab bagi dirinya sendiri.
Jadi kapan bimbingan ini dibutuhkan? Bimbingan dibutuhkan pada saat keputusan untuk menentukan pilihan harus dilaksanakan. Bimbingan merupakan bantuan untuk membuat suatu keputusan yang bijaksana. Bahkan,bimbingan membantu individu untuk memahami dan menerima situasi tanpa pilihan. Bimbingan juga diperlukan pada saat orang tidak sadar bahwa ia punya pilihan lain. Dalam hal lain,pada saat dalam keadaan yang tidak optimal untuk membuat keputusan misalnya sedang depresi,bingung,dll yang memJbuat keputusannya kurang bijak.
Namun demikian,tidak berarti bimbingan hanya berarti pada masa-massa krisis,tetapi pelayanan disediakan bagi setiap anak normal yang mengatasi perkembangan masalah normal. 

SUMBER:
Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok : LPSP3 Fakultas Psikologi UI

APA BEDA PSIKOLOG PENDIDIKAN DAN PSIKOLOG SEKOLAH?

Sebelumnya saya akan bahas apa apa itu psikologi pendidikan dan psikologi sekolah
Psikologi Pendidikan adalah alah satu cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan dimana ada dasar-dasar belajar , berpikir dan aspek-aspek lain yang diterapkan untuk meningkatkan pendidikan
Psikologi Sekolah adalah salah satu cabang ilmu psikologi pendidikan yang membahas segala aspek di lingkungan sekolah untuk menciptakan situasi yang mendukung bagi murid.
Beda Psikolog pendidikan dengan Psikolog sekolah adalah psikolog sekolah umumnya kerja di sekolah,universitas,sebagai praktisi,dan peneliti,bertugas membimbing individual maupun kelompok,konseling orangtua,staf maupun murid,dan mengkordinasi semua sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk membantu tugas kelancaran dan bimbingan dan membantu perkembangan anak didik.. Sedangkan Psikolog pendidikan biasa bekerja di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan di lingkungan pendidikan anak,membantu menyelesaikan permasalahan-permasalah internalyang dapat menghambat proses belajar dan pencapai prestasi siswa,menjadi partner bagi guru BK yang notabene dituntut lebih aktif tampil di depan kelas untuk membimbing siswa dalam proses pengembangan diri dan karir.

sumber :
http://www.nasponline.org/about_sp/careerfaq.aspx
http://www.pemkomedan.go.id/serba_detail.php?id=35
Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok : LPSP3 Fakultas Psikologi UI

Rabu, 13 April 2011

individualized Education Plan(IED)


Individualized Education Plan(IEP) adalah sebuah program rancangan pendidikan yang disusun untuk anak yang menderita ketidakmampuan yang disesuaikan dengan diri si anak.
Contohnya,seorang anak yang menderita gangguan emosional  di sekolahkan di sekolah regular. Anak yang dianggap memiliki ketidakmampuan ini dievaluasi untuk menentukan eligibilitas mereka memperoleh layanan sesuai ketentuan IDEA(Individual with Disabilities Education Act) . Sekolah tidak boleh asal menentukan rancangan pendidikan bagi si anak tanpa evaluasi terlebih dahulu. jika evaluasi tersebut ternyata menunjukkan anak menderita ketidakmampuan dan membutuhkan pendidikan khusus ,sekolah harus menyediakan layanan yang tepat bagi si anak(Individualized Education Plan). Dalam hal ini IEP yang disusun secara umum harus:
·        Sesuai dengan kemampuan belajar anak;
·        Disusun khusus untuk memenuhi kebutuhan individu anak,tidak sekedar menyalin apa-apa yang sudah diberikan kepada anak lain;dan
·        Didesain untuk memberikan manfaat pebdidikan.
Anak yang mempunyai ketidakmampuan harus dididik dalam lingkungan dengan restriksi minimal yang berarti sebuah setting yang semirip mungkin dengan setting tempat mendidik anak yang tidak menderita ketidakmampuan. Pendidikan anak dengan ketidakmampuan dikelas regular dinamakan mainstreaming atau sekarang disebut inklusi yaitu mendidik anak dengan pendidikan special di kelas regular.
Dampak positif bagi anak yang tidak berkebutuhan khusus berada dalam satu kelas dengan anak berkebutuhan khusus adalah:
*     Anak akan tumbuh menjadi lebih dewasa dibandingkan dengan anak yang berkebutuhan khusus;
*     Anak akan menjadi lebih optimis dalam belajar karena mereka beranggapan “anak yang berkebutuhan khusus aja bisa kenapa aku tidak”;
*     Anak akan lebih mensyukuri hidup yang ia miliki.