Kamis, 06 Oktober 2011

KREATIVITAS ITU????


Kreativitas adalah sesuatu yang sudah ada,yang sudah ita miliki yang ada di dalam diri kita sekarang tinggal bagaimana cara kita menggali potensi-potensi yang ada sehingga bermanfaat buat orang lain.
Sejauh ini proses kreativitas yang ada di dalam diri saya masih sejauh taraf penggalian,berusaha untuk memunculkannya dan diekspolorasikan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Proses 4P(Pribadi,Pendorong,Proses,Produk)dalam perja lanan kreativitas saya
Pribadi. Adanya ketertarikan untuk membuat sesuatu dengan melakukannya dengan cara-cara saya sendiri.
Pendorong. Dengan adanya stimulus dari lingkungan memancing saya untuk memunculkan ide-ide yang ada untuk membuat sesuatu.
Proses. Dengan adanya ketertarikan dan dorongan membuat saya untuk berproses mengolah informasi yang ada sehingga terciptalah suatu produk
Seberapa besar peran orang tua/keluarga dalam menumbuh kembangkan bakat dan kreativitas anak?
Ada beberapa factor penentu mengenai sikap orang tua dalam mempengaruhi kreativitas anak(Amabile1989:103),yaitu:
·        Kebebasan, berikan kebebasan kepada anak untuk melakukan apapun yang mereka senangi dalam artian tetap mengawasi dann tidak terlalu cemas mengenai anak mereka.
·        Respek. Anak yang dapat penghargaan dari orang tua mereka tentang keunikan mereka secara alamiah kepercayaan diri berkembang dan berani melakukan sesuatu yang baru.
·        Kedekatan emosional yang sedang. Anak perlu merasa bahwa ia diterima dan disayangi tetapi seyogianya tidak menjadi terlau bergantung kepada orang tua.
·        Prestasi,bbukan angka. Orang tua menghargai prestasi anak,tidak terlalu menekankan untuk mencapai nilai tertinggi. Angka terlalu tinggi tidak penting dibandingkan mempunyai imajinasi dan kejujuran.
·        Orang tua aktif dan mandiri. Orang tua menjadi model utama bagi anak. mereka merasa aman dan yakin tentang diri sendiri dan tidak memperdulikan status sosial.
·        Menghargai kreativitas. Anak yang kreatif mendapat banyak dorongan untuk melakukan yang kreatif.
Bagi orang tua yang menginginkan sesorang anak yang kreatif dukung lah mereka,berikan mereka fasilitas yang mereka butuhkan dan hargai setiap apa yang mereka lakukan supaya anak bias lebih percaya diri dalam menunjukkan karya-karya mereka.

Selasa, 04 Oktober 2011

Teori Empat P yang Melandasi Pengembangn Kreativitas

v  Teori Pembentukan Pribadi Kreatif
Ø  Teori Psikoanalisa
§  Teori Freud
Kemampuan kreatif merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama  dari kehidupan. Freud menjelaskan bahwa proses kreatif dari mechanism pertahanan merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide pertahanan menghambat tindakan kreatif,tetapi sublimasi merupakan penyebab utama dari kreativitas.
§  Teori Kriss
Kriss menekanan bahwa regresi juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika SSO mampu untuk “regress”ke kerangka berpikir seperti anak-anak,rintanganan antara alam pikiran sadar dan tidak sadar menjadi kurang dan bahan yang tidak disadari yang sering menjadi benih kreativitas dapat menembus ke alam sadar.
§  Teori Jung
Jung percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peran dalam kreativitas tingkat tinggi. Secara tidak sadar kita mengungat pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita. Dari sinilah timbul penemuan,teori,seni,dan karya baru lainnya yang menyebabkan kelanjutan proses eksistensi manusia.
Humanistic melihat kreativitas tidak terbatas pada lima tahun pertama,tetapi dilihat dari hasil kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Orang yang mapu mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.
§  Teori Rogers
Ada tiga kondisi dari pribadi yang kreatif:
1.      Keterbukaan terhadap pengalaman
2.      Kemampuan untuk menilai setuatu sesuai dengan patokan pribadi SSO
3.      Kemampuan untuk bereksperimen.
Setiap orang yang memiliki ketiga cirri ini kesehatan psikologisnya sangat baiknsehingga akan menghasilkan karya-karya kreatif,dan hidup secara kreatif dan  ketiga ciri ini merupakan dorongan dari dalam untuk berkreasi.
Jadi,menurut saya hasil olah kreativitas saya bada “Frame bubur kertas agak hancur :D” dalam persepektif kreativitas(pribadi) didukung oleh teori Rogers yang mengatakan bahwa pribadi yang kreatif adalah adanya ketebukaan terhadap pengalaman dan untuk “bermain” dengan konsep-konsep. Alasan saya membuat karya ini karena adanya pengalaman orang lain yang saya lihat sehingga saya mencobakannya pada karya ini.
v  Teori tentang “Press”
Kreativitas terwujud karena adanya dorongan dalam diri individu dan lingkungan.
Ø  Motivasi untuk Kreativitas
Setiap diri individu ada dorongan-dorongan untuk mewujudkan semua kapasitas SSo,ada yang bersifat internal dan ada juga dalam diri individu itu sendiri namun membutuhkan kondisi yang tepat untuk diekspresikan.
Ø  Kondisi Eksternal yang Mendorong Perilaku Kreatif
Menurut Rogers,penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yng konstruktif.
§  Keamanan Psikologis
·         Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya
·         Mengusahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada
·         Memberikan pengertian secara empiris
§  Kebebasan Psikologis
Orang tua atau guru memberikan kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan dirinya.
            Dorongan saya ketika membuat karya ini berasal dari diri saya sendiri yaitu berupa adanya keinginan untuk mewujudkan potensi yang ada dan juga dorongan dari lingkungan yaitu kebebasan untuk berekspresi dan tidak adanya tuntutan yang terstruktur mengenai apa yang akan dilakukan. Sehinga tidak ada rasa kecemasan yang berlebihan dikarenakan karya yang dihasilkan tidak sesuai dengan tuntutan.
v  Teori Tentang Proses
Ø  Teori Wallas : proses kreativitas meliputi empat tahap:
1.      Persiapan. Mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir,mencari jawaban,bertanya.
2.      Inkubasi. Individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tsb,tidak memikirkannya tetapi “mengeramnya” di dalam unconsciousnessnya
3.      Iluminasi. Tahap timbulnya “insight”beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya gagasan baru
4.      Verifikasi. Tahap evaluasi
Ø  Teori tentang Belahan Otak Kanan dan Kiri
Dihipotesiskan bahwa belahan otak kanan terutama berkaitan dengan fungsi-fungsi kreatif,sehingga terjadi “dichotomania”,membagi-bagi semua fungsi mental menjadi fungsi belahan otak kanan atau kiri.
Proses bembuatan “Frame bubur kertas agak hancur :D” telah melewati serangkaian proses yang dikemukakan oleh Wallas,mulai dari persiapan dengan bertanya kepada orang,inkubasi,iluminasi,dan akhirnya verifikasi sehingga jadilah karya ini.
v  Teori Tentang Produk Kreatif
Ø  Hukum paten dalam Penilaian Produk Penemuan
Hukum paten AS mempertimbangkan unsur-unsur berikut dalam memberikan hak paten:
§  Kegiatan intelektual yang bermutu          
§  Gagasannya jelas
§  Jumlah eksperimentasi penting
§  Telah mengalami kegagalan
§  Berguna dan merupakan kemajuan
§  Kreatif
§  Harus memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi
Patokan dari hokum paten cukup membantu,tetapi tidak spesifik untuk penilaian secara ilmiah dibutuhkan perangkat criteria yang disetujui untuk menilai produk kreatif dan kemampuan kreatif.
Ø  Model dari Basemer dan Treffinger
B&T menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori,yaitu:
1.      Kebaruan(novelty). Sejauh mana produk itu baru,tekhnik baru,bahan dan konsep baru,dampak produk terhadap masa depan
2.      Pemecahan(resolution). Menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan dari situasi bermasalah. Produk yang dihasilkan harus bermakna,logis,dan berguna karena dapat diterapkan secara praktis.
3.      Elaborasi dan sintesis. Sejauh mana produk itu menggabung unsur-unsur yang tidak sama menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren. Produk yang dihasilkan harus organis,elegan,kompleks,dapat dipahami,dan menunjukkan keterampilan.
Ø  Model Penilaian kreativitas dalam Mengarang
Meliputi empat criteria dari berpikir kreatif,yaitu: kelancaran,kelenturan,keaslian,dan kerincian.
Menurut Haefele,Suatu produk kreatif tidak hanya harus baru tetapi juga diakui kebermaknaannya. Produk yang saya hasilkan memang sudah ada yang membuatnya dalam bentuk yang lain tetapi produk yang saya hasilkan ada unsure kebermaknaannya yaitu menghias dinding kamar saya.

Kamis, 29 September 2011

sejarah Frame kertas agak hancur :D

Setiap orang tentunya sudah diwarisi dengan berbagai macam kreativitas,permasalahannya sekarang adalah bagaimana kita mengembangkan sesuatu yang sudah menjadi hak kita untuk diwarisi.  Kreativitas erat kali hubungnnya dengan aktualisasi diri. Menurut psikologi humanistic,aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu atau mewujudkan potensinya(Munandar,2009).  Rogers menekankan (1962) bahwa sumber kreativitas adalah kecendrunganutuk mengaktualisasi diri ,mewujudkan potensi,dorongan untuk berkembang dan menjadi matang,kecendrungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organism.

Hasil olah ide saya pada Sejarah Frame Bubur Kertas Agak Hancur :D,merupakan salah satu wujud aktualisasi diri saya yang menunjukkan potensi saya. Dalam proses pembuatan karya ini saya merasa berbangga hati bisa membuat sesuatu yang bermanfaat. Meskipun hanya sebuah frame tapi frame ini akan selalu menghiasi dinding kamar saya yang saya bisa dilihat setiap hari bahkan setiap waktu,bahkan saya menggantungkannya di dekat pintu yang begitu orang membuka pintu langsung melihat karya saya ini. Saya merasa berbangga hati dengan hasil ini sehingga saya dengan bangga menunjukkan kepada orang lain

Hasil olah kreatif ini adalah sesuatu yang penuh perjuangan untuk menciptakannya penuh dengan pengorbanan dan perjuangan,tapi saya yakin sesuatu yang penuh pengorbanan hasilnya gak akan pernah sia-sia.

Saya terlahir memang bukan dari keluarga yang penuh dengan kreativita tapi saya yakin setiap diri individu pasti mempunyai sekarang bagaimana kita mengembangkannya.

Sabtu, 24 September 2011

Sejarah Frame Bubur Kertas Agak Hancur :D

Awalnya sempat binggung mau buat apa,setelah ditunggu beberapa hari akhirnya dapat wangsit juga tepatnya hari minggu. waktu itu saya dapat ilham untuk membuat frame dari bubur kertas,tetapi kertas yang dibagi rasanya agak sulit untuk dijadikan bubur kertas akhirnya say beralih ke kertas HVS yang hitung-hitung sebagai cuci gudang. setelah dua hari saya merendam kertas yang telah saya gunting kecil-kecil tapi kok tidak hancur kemudian saya mikir kakau pakai blender pasti bisa menghancurkannya. kemudian saya meminjam blender punya teman yang untuk mendaptkannya penuh perjuangan dan harus basah-basahan karena hujan.

setelah kertas menjadi bubur kertas,saya menggunting kertas yang dibagikan sampai gunting yang saya gunakan sompel. setelah itu selesai ternyata triplek yang akan digunakan sebagai media masih hancur bentuknya,kemudian saya minjam gergaji tetangga,tetapi gergaji itu tidak bermanfaat. kemudian teman saya mengambil gunting dan menggunting triplik itu karena dia terburu-buru mau pergi akhirnya saya melanjutkan menggunting triplek.
setelah semuanya selesai saya menyusun kesemuan itu di ats triplek,setelah di susun ternyata bubur kertasnya lebih kemudian saya membentuk sesuatu awalnya mau buat asbak rokok tapi lama kelamaan kok seperti bukan asbak,dan sampai tulisan ini diterbitkan saya belum bisa memberikan namanya mungkin pembaca ada ide untuk memberikan nama benda ini.
#begini ceritaku bagaimana ceritamu

Sejarah Frame Bubur Kertas Agak Hancur :D

Awalnya sempat binggung mau buat apa,setelah ditunggu beberapa hari akhirnya dapat wangsit juga tepatnya hari minggu. waktu itu saya dapat ilham untuk membuat frame dari bubur kertas,tetapi kertas yang dibagi rasanya agak sulit untuk dijadikan bubur kertas akhirnya say beralih ke kertas HVS yang hitung-hitung sebagai cuci gudang. setelah dua hari saya merendam kertas yang telah saya gunting kecil-kecil tapi kok tidak hancur kemudian saya mikir kakau pakai blender pasti bisa menghancurkannya. kemudian saya meminjam blender punya teman yang untuk mendaptkannya penuh perjuangan dan harus basah-basahan karena hujan.

setelah kertas menjadi bubur kertas,saya menggunting kertas yang dibagikan sampai gunting yang saya gunakan sompel. setelah itu selesai ternyata triplek yang akan digunakan sebagai media masih hancur bentuknya,kemudian saya minjam gergaji tetangga,tetapi gergaji itu tidak bermanfaat. kemudian teman saya mengambil gunting dan menggunting triplik itu karena dia terburu-buru mau pergi akhirnya saya melanjutkan menggunting triplek.
setelah semuanya selesai saya menyusun kesemuan itu di ats triplek,setelah di susun ternyata bubur kertasnya lebih kemudian saya membentuk sesuatu awalnya mau buat asbak rokok tapi lama kelamaan kok seperti bukan asbak,dan sampai tulisan ini diterbitkan saya belum bisa memberikan namanya mungkin pembaca ada ide untuk memberikan nama benda ini.
#begini ceritaku bagaimana ceritamu